Pengantar: Meminjam Lensa Arendt Pada 1961, jurnalis dan filsuf Hannah Arendt duduk di ruang sidang Yerusalem untuk meliput pengadilan Adolf Eichmann, birokrat Nazi yang mengatur logistik deportasi jutaan orang Yahudi ke kamp kematian. Yang mengejutkannya bukan kengerian seorang monster, melainkan kebiasaan seorang pegawai kantor: Eichmann bicara dalam klise administratif, membela diri dengan alasan “saya hanyaContinue reading “Anti-Boti: Ketika Negara Melabeli, Tetangga Bertindak: Membaca Pola Diskriminasi di Indonesia melalui Arendt, Browning, dan Bandura”
Stirner, Salah Baca, dan Insureksi
Oleh Front Pembebasan Gatholoco Ada sesuatu yang menarik terjadi di Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir: Stirner — filsuf Jerman abad ke-19 yang nyaris terlupakan — tiba-tiba populer, dan popularitasnya itu melahirkan bukan pengikut egoisme murni, melainkan generasi insureksioner muda. Bagaimana bisa? Catatan ini mencoba menelusuri jalannya. Stirner Tidak Pernah Menyerukan Insureksi Hal pertama yang perluContinue reading “Stirner, Salah Baca, dan Insureksi”
Stirner Bukan Anarkis
Tentang Spook Gerakan, Label sebagai Senjata, dan Politik yang Menolak Diidentifikasi Oleh Front Pembebasan Gatholoco Ada kebiasaan yang cukup mengakar dalam lingkar anarkis dan Kiri Indonesia: ketika seseorang tidak mau diatur, tidak mau tunduk pada konsensus gerakan, atau mempertanyakan doktrin yang sudah dianggap selesai—ia segera diberi label peyoratif. “Stirnerian” yang diucapkan dengan nada yang mengejekContinue reading “Stirner Bukan Anarkis”
Ideologi Jerman: Soal Marx, Engels, dan Santo Max yang Tidak Pernah Mereka Bantah
Oleh Front Pembebasan Gatholoco Dalam The German Ideology, Marx dan Engels menulis ratusan halaman untuk membantah satu orang: Max Stirner. Bagian itu mereka sebut “Sankt Max“—Santo Max, dengan nada ejekan. Mereka tidak pernah menerbitkannya semasa hidup. Naskah itu baru ditemukan dan diterbitkan jauh setelah keduanya meninggal. Ada yang menafsirkan itu sebagai bukti bahwa mereka sendiriContinue reading “Ideologi Jerman: Soal Marx, Engels, dan Santo Max yang Tidak Pernah Mereka Bantah”
Kritik Untuk Gerakan Pembebasan Perempuan
Oleh Contradiction, 1970-1972 Teks ini adalah kritik tajam terhadap Women’s Liberation yang dianggap gagal menghancurkan logika dominasi dan justru menciptakan bentuk baru darinya. Alih-alih menyerang akar alienasi kapitalisme, gerakan ini dinilai terjebak dalam moralitas anti-laki-laki, politik identitas, dan spectacle oposisi. Pembebasan yang dijanjikan akhirnya hanya menjadi integrasi perempuan yang lebih dalam ke dalam kerja, konsumsi,Continue reading “Kritik Untuk Gerakan Pembebasan Perempuan”
Burung Minerva dan Proletariat: Sejarah, Dialektika, dan Perjuangan Kelas
Ada sebuah momen pergeseran besar yang terjadi dalam sejarah manusia ketika dunia berhenti dipahami sebagai sesuatu yang hadir begitu saja dan mulai dipahami sebagai sesuatu yang “dibuat”. Momen itu adalah ketika borjuasi memenangkan pertarungan ekonomi melawan tatanan feodal, dan kemudian menerjemahkan kemenangan ekonomi itu menjadi kekuasaan politik negara melalui revolusi-revolusi besar: Inggris 1640, Amerika 1776,Continue reading “Burung Minerva dan Proletariat: Sejarah, Dialektika, dan Perjuangan Kelas”
Menulis: Eksistensi Pasca-Kekacauan
“‘Apa yang sedang kau kerjakan?’ tanya seseorang kepada Tuan Keuner. ‘Aku sedang mengalami banyak kesulitan,’ jawabnya. ‘Aku sedang menyiapkan kesalahanku berikutnya.’” (Bertolt Brecht, “Anecdotes of Herr Keuner”) Hidup sebagaimana dialami (aktualitas) selalu hadir sebagai suatu arus yang terbuka, berjejal, dan tanpa arah; ia dipenuhi detail-detail remeh, kejadian-kejadian acak, dan respons spontan yang terjadi lebih cepatContinue reading “Menulis: Eksistensi Pasca-Kekacauan”
Neurosis Karakter dan Kritik-Diri dalam Masyarakat Spektakel
“Kita diajarkan untuk berpikir bahwa ‘seseorang tahu, tahu persis dalam setiap kasus bagaimana tindakan manusia terjadi’ […] tetapi ini hanyalah ‘ilusi kuno’ yang kita pegang erat daripada menghadapi ‘kebenaran yang menakutkan’ bahwa ‘semua tindakan pada dasarnya tidak diketahui’” (Friedrich Nietzsche, Dawn) “Berapa banyak orang yang tahu bagaimana cara mengamati sesuatu? Dari sedikit yang bisa, berapaContinue reading “Neurosis Karakter dan Kritik-Diri dalam Masyarakat Spektakel”
